Lamen : Saya Duga Pak Ansar Terlibat Nepotisme

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 2459 kali.


Delta kepri – Terkait akan dicopotnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, Lamen Sarihi mengaku “mencium” kegiatan yang berbau Nepotisme.

Dia menilai, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kepri, Ansar Ahmad diduga memberi ruang terhadap adiknya, Nezar Ahmad agar menjadi Ketua DPRD Kabupaten Bintan.

“Ansar sudah tidak layak menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kepri dan sudah saatnya Ansar Ahmad mundur Diri sebagai Ketua DPD Golkar, saya menduga Pak Ansar ada unsur Nepotisme dalam membantu adiknya,” jelas Lamen Sarihi kepada awak media, di kedai Kopi Abu Km 7 Tanjungpinang, Senin, (23/01).

Lamen sapaan akrabnya, mengakui telah menemui para pimpinan tertinggi Partai Golkar.

“Itu kan semua usulan Ansar Ahmad, saya sudah ke DPP jumpa dengan Pak Idrus Marham dan Nurdin Chalid, dari DPP tidak bisa berbuat apa-apa, saya tanya salah saya apa, pokoknya anda di ganti,” ucapnya.

Dia mengutarakan, saat ini ada  beberapa anggota DPRD dari Fraksi Golkar menjumpai Gubernur untuk segera mencopotnya.

“Jadi Ansar ini menggunakan Anggota DPRD provinsi untuk mencopot saya. Ada informasi dari Kantor Gubernur bahwa mereka-mereka ini mendekati Gubernur, seperti ibu Dewi, Asmin Patros, Riski Faisal, Teddy Jun Askara. Dan saya yakin Gubernur akan melihat sesuai mekanisme aturan hukum dan tentu akan dianalisa olehnya,” ucapnya.

Menurutnya, permasalahan tersebut adalah masalah pribadinya bersama Ansar Ahmad.

“Karena dengan menyuruh tersebut berarti mengajarkan kader-kader Partai Golkar untuk saling Menghancurkan dan saling membunuh karakter. Jadi saya sampaikan sama kawan-kawan Anggota DPRD Kepri jangan ikut campur masalah ini, karena ini urusan pribadi saya dengan pak  Ansar Ahmad,” ujarnya.

Dia mengutarakan, bahwa Partai Golkar sebelum dipimpin oleh Ansar ahmad mengalami kejayaan.

“Dulu Golkar jaya, sekarang mana hancur semua, misal di Karimun ada Pak Aunur Rafiq, beliau baru aja masuk Golkar, terus sekarang tinggal dua Ketua DPRD Bintan dan Karimun, itu yang dia mau ganti, kan parah,” kesalnya. (Oppy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *