KUNCI KEBERHASILAN IMT-GT HARUS SALING MENGUNTUNGKAN

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 665 kali.


Delta Kepri – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Drs. Robert Iwan Loriaux membuka Seminar Nasional Peningkatan Partisipasi Aktif Pemerintah Daerah dan Sektor Swasta dalam Memanfaatkan Kerjasama Ekonomi Sub Regional (KERS) IMT-GT pada Rabu (30/9) di Batam yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Robert menyampaikan dalam sambutannya bahwa kerjasama dengan pihak swasta dalam meningkatkan pembangunan daerah bukan hal baru. Secara Nasional keterlibatan pihak swasta ini dimulai saat pemerintah menyelenggarakan Indonesia Insfrastruktur Summit I tahun 2005. Saat itu proyek-proyek pembangunan yang sulit dilakukan pemerintah kerena keterbatasan dana dan sumber daya manusia, dipercayakan kepada pihak swasta. Setelah pengerjaan selesai pemerintah akan menjadi pengawasnya.

” Yang harus dipikirkan dalam kerjasama itu adalah konsep saling menguntungkan. Apabila ini terlaksana, baru akan berjalan dengan baik sebuah kerjasama,” ujar Robert.

Sementara itu, terkait IMT-GT, Robert menyebutkan, khusus untuk Provinsi Kepri sudah melakukan hal- hal yang mendukung pelaksanaan kerjasama antar negara itu. Diantaranya fokus pada conectivity laut dan udara, meningkatkan kunjungan wisata, melaksanakan workshop tenaga kerja, membangun Batam Green city, memantapkan komitmen dalam Forum Gubernur Se Sumatra, dan membangun sekretariat IMT-GT se Sumatera.

Saat ini daerah yang sudah mempunyai sekretariat IMT-GT adalah Kepri, Aceh, Medan, dan Riau.

“Untuk Kepri sendiri manfaat kerjasama IMT-GT ini sangat besar, terutama dalam menghadapi MEA nanti. Untuk itu, Kepri dan sembilan Provinsi lainnya yang tergabung dalam IMT-GT ini bisa dimanfaatkan. Terutama, hasil dari forum ini bisa disampaikan ke Calon Gubernur di daerah masing-masing yang sedang mengikuti Pemilihan Kepala Daerah Langsung,” ucap Robert.

Kerjasama Tiga Negara

Asisten Deputi Kerjasama Regional dan Sub Regional, Kementerian Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Netty Muharni mengatakan IMT-GT merupakan forum kerjasama ekonomi berdasarkan letak geografis yang melintasi tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand.

“Tujuannya menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah-daerah anggota, agar terjadi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Untuk Indonesia menurut Netty daerah yang masuk IMT-GT seluruh provinsi yang ada di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung. Sedangkan untuk Malaysia mencakup delapan Negara Bagian, dan Thailand mencakup 14 Provinsi .

Netty mengungkapkan kawasan IMT-GT sangat mempunyai potensi besar tidak hanya di bidang ekonomi terapi juga di bidang pangsa pasar yang mencapai sekitar 70 juta. Apabila dikelola dengan serius oleh ketiga negara,ini akan menjadi sebuah magnet pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Apalagi diperkuat dengan keuangan yang kuat dan sektor swasta yang dinamis.

“Potensi dan peluang yang besar itu mencakup bidang Pertanian, Industi dan Pariwisata,” ungkapnya.

Menurut Netty, pertumbuhan ekonomi IMT-GT tahun 2013 mencapai 6,4%, dengan skala ekonomi 22%. Income perkapita lebih tinggi dari wilayah ASEAN. Dari sisi perdagangan, juga mengalami peningkatan dengan pertumbuhan mencapai 15,8% pada tahun 2012. Sedang untuk mitra dagang IMT-GT adalah Amerika Serikat, Uni Eropa, China, Jepang. (Hms)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *