KPPK angkat bicara soal sengketa tanah PT GWS

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1033 kali.


Delta Kepri – Pemuda dan mahasiswa yang tergabung di dalam Komunitas Pemuda Peduli Kepri (KPPK), angkat bicara terkait permasalahan tumpang tindih sertifikat hak milik atas nama Haji Danoer Yusuf dan PT Grand Wie Sukses (GWS) yang saat ini sedang hangat di perbincangkan.

“Kami akan menanyakan dan meminta tegas masalah ini ke kanwil BPN agar kedepannya permasalahan tanah di Kepri ini tidak lagi merugikan para investor yang akan menanamkan modalnya,” ujar Samiun selaku perwakilan dari KPPK, Rabu (19/7).

Selain itu, KPPK juga mendukung adanya pembangunan ini. Pasalnya, akan berdampak positif terekrutnya tenaga kerja di Provinsi Kepri.

“Yang kami inginkan itu pembangunan di Provinsi ini bisa terus berlanjut, karena akan banyak tenaga kerja yang akan diserap,” katanya.

Seperti diketahui, kedua belah pihak sama-sama mengaku bahwa lahan sebesar 1,4 Hektare tersebut secara sah dimiliki oleh kedua belah pihak dan keduanya memiliki sertifikat sah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Kami meminta BPN untuk bertindak tegas dalam menyelesaikan konflik sengketa ini. Kami juga menilai masalah ini tidak larut dimakan oleh waktu sehingga investor tidak resah menanamkan modalnya untuk pembangunan di Kepri.Terlebih ekonomi di Provinsi ini tengah lesu,” tutupnya. (Ari)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *