Ketua Gapensi Kepri “Mengamuk” di Kantor LPSE

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 2628 kali.


Delta Kepri – Ketua Gabungan Pelaksana Kontruksi Indonesia (Gapensi) Provinsi Kepri Andi Cori Fatahuddin mengamuk bersama anggotanya di Kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jalan Raja Haji Fisabililah KM 8 atas, (30/5) sore hari tadi.

“Kita disini ingin menguak tindakan intervensi yang dilakukan oleh oknum Kejaksaan Negri Kota Tanjungpinang yang berinisial (An),” tegas Andi Cori Fatahuddin.

Andi Cori Fatahuddin yang kerap disapa Cori juga mengatakan, diduga Oknum An ini sering melakukan intimidasi kepada petugas Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan LPSE Provinsi Kepri.

“Oknum ini menekan petugas untuk memenangkan tender. Dan mayoritas Pemenang tender di Provinsi Kepri ini adalah Oknum – oknum berbaju coklat,” katanya dengan nada tinggi.

Sebagai Ketua Gapensi Provinsi Kepri, Cori juga mengaku sudah banyak menerima keluhan dari anggotanya.

“Jadi percuma kita perpanjang SBOKKTA, sementara semua pemenang tender telah diatur oleh beberapa oknum – oknum Kejari,” ungkapnya.

Cori kembali menegaskan, ia baru saja menghubungi An, dan ia mengaku memiliki dua paket tender.

“Saya sudah telepon, dan ia mengatakan paket dia memang dua disitu,” ketusnya.

Selain itu, Cori juga menjelaskan, kurang mengetahui percis, apakah permainan oknum ini telah diketahui oleh pimpinannya atau tidak.

“Saya kurang tahu, hal ini sudah ketahui oleh pimpinan Kejaksaan atau tidak. Tapi yang jelas, beberapa tahun yang lalu, memang sudah ada oknum – oknum dari pihak Kejaksaan bermain proyek di Provinsi Kepri maupun di Kota Tanjungpinang,” terangnya.

Sementara itu, saat ditanyai deltakepri.co.id mengapa bisa sampai terjadi keributan?.

Cori menyampaikan, hal ini terkait kegiatan lelang tahunan di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

“Ini lelang di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Biasalah tiap tahun, saya sebagai Ketua Gapensi Provinsi Kepri selalu mendapat keluhan – keluhan dari anggota – anggota di asosiasi saya. Nah, keluhan mereka itu, selalu ada pada Pokja ULP maupun LPSE, yang selalu di intervensi oleh oknum – oknum kejaksaan. Dan hal ini bukan rahasia umum lagi,” pungkasnya.

Disisi lain, Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Syamsulrizal mengatakan, tugas Polisi disini hanya mengamankan saja.

“Disinikan aman – aman saja. Kita kan datang cuma untuk mengamankan,” kata Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Syamsulrizal. (DK/Ari)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *