Kapal tanpa nama, diselamatkan Lantamal IV

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1613 kali.


Delta Kepri – Sebuah Kapal tanpa nama diduga menghangtam gelombang dan mengalami kecelakaan di perairan Dabo Singkep.

Kapal tersebut, ditemukan di perairan Tanjung Dato dengan posisi terbalik dan ketiga orang Anak Buah Kapal (ABK), dikabarkan masih dalam proses pencarian. Kamis, (01/06).

Melalui Komandan Lantamal (Danlantamal) IV, Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, usai menerima laporan Danlanal Dabo Singkep Letkol Laut (P) Agus Yudho Kristianto. Danlantamal memerintahkan agar segera membantu SAR untuk proses pencarian tiga ABK.

“Setelah mendapat laporan awal dari masyarakat nelayan. Lantamal IV dan SAR bekerjasama mengevakuasi di sekitar perairan Tanjung Dato, dan saat ini, 3 ABK Kapal masih belum jelas keberadaannya,” jelas Danlantamal IV R. Eko Suyatno.

Sementara itu, Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Cempa milik Lanal Dabo Singkep juga iktu dikerahkan kelokasi kejadian sekitar pukul 13:00 WIB.

Dan pada akhirnya, Kapal itupun berhasil ditemukan dalam posisi tenggelam dengan haluan kapal timbul diatas permukaan air, pada posisi 00 03′ 50″ S-104 24′ 47″ di perairan Tanjung Datok.

Adapun persiapan dan evakuasi yang digunakan Lanal Dabo Singkep pada saat itu adalah, menurunkan Tim Western Fleet Qiuck Response WFQR-4 bersama nelayan. Dan sekitar pukul 16:30 WIB kapal berhasil ditarik menggunakan pompong masyarakat serta di kawal Patkamla Cempa.

Selanjutnya, Kapal Patkamla berlabuh ke pelabuhan Pulun. Dan sore harinya sekitar pukul 17:30 WIB, Kapal di kandaskan demi keamanan dan diserahkan kembali kepada pemiliknya.

Tidak sampai disitu saja, pencarian ketiga korban ABK oleh Patkamla Cempa, hingga saat ini masih terus diupayakan.

Untuk mempercepat proses pencarian korban, Tim WFQR-4 Lanal Dabo Singkep, juga menginformasikan peristiwa kecelakaan tersebut kepada masyarakat nelayan sekitar, agar ikut membantu pencarian ketiga korban ABK yang masih hilang.

Atas kejadian ini, Danlanal juga menghimbau kepada para nelayan agar sebelum berlayar, wajib memperhatikan informasi cuaca dari BMKG.

Lanjut Danlanal, tentunya, Life jacket dan alat keselamatan lainnya juga harus diperhatikan, agar terhindar musibah. (Oppy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *