Kadernya mundur, DPC Natuna: Biar satu orang, yang penting dia betul-betul orang PDI-Perjuangan

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 609 kali.


Delta Kepri – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Fadillah dan Zulkarnaen mengundurkan diri.

Fadillah dan Zulkarnaen resmi meninggalkan partai tersebut, ditandai pengembalian Kartu Tanda Anggota (KTA), bersama seragam, dan sebundel berkas penting lainnya, Selasa (20/2) malam.

Berkas pengunduran diri dua kader itu, diserah terimakan langsung kepada Ketua DPC PDI-Perjungan Kabupaten Natuna, Listardi.

Menurut Fadillah, pengunduran tidak hanya dilakukan dirinya dan Zulkarnain mantan Anggota DPRD Natuna saja, melainkan Seluruh Pengurus PAC dan Anak Ranting di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur juga ikut mengundurkan diri.

“Pada hari ini tanggal 20 Februari 2018, saya sebagai Wakil Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Natuna mundur dari kepengurusan dan keanggotaan. Kemudian, saya juga membawa Pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting yang ada di Kecamatan Serasan dan Serasan Timur,” terang Fadillah.

Mantan Ketua Satgas DPC PDI-Perjuangan Kecamatan Serasan tahun 2002 ini juga mengatakan, pengunduran dirinya dilakukan dikarenakan ketidak cocokan antar pengurus di internal Partai.

“Pengurus DPC PDI-Perjuangan Natuna hari ini, 90 persen adalah wajah-wajah baru, yang dulunya tidak pernah berkiprah di PDI-Perjungan. Jangankan berkiprah, menjadi Kader PDI saja tidak pernah, tiba-tiba muncul sebagai Pengurus di DPC PDI-Perjuangan,” katanya.

Fadillah memastikan pengunduran diri susulan juga akan dilakukan seluruh Pengurus PAC, dan Anak Ranting DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Natuna, yang berada diwilayah Daerah Pemilihan (Dapil) II.

“Seluruh Pengurus PAC, dan Anak Rinting dalam satu Dapil diwilayah pimilihan Dapil II, akan mengundurkan diri,” ucapnya.

Mantan Ketua PAC PDI-Perjuangan Kecamatan Serasan tahun 2005-2010 ini juga mengatakan pengunduran diri secara berjamaah diwilayah Dapil II merupakan salah satu bentuk kebersamaan.

Dikancah politik, Fadillah juga mengungkapkan tidak ada keraguan dalam dirinya untuk melepaskan partai yang selama ini telah diperjuangkannya.

Karena menurutnya, peluang untuk bisa bergabung ke partai lain masih terbuka lebar.

“Saya bertitip pesan melalui siaran berita ini kepada kawan-kawan di PDI-Perjuangan agar bersaing secara sehat. Jangan menolak orang yang ingin bergabung membesarkan partai, hanya karena takut tersaingi,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Listardi menyebutkan tidak ada masaalah serius yang terjadi ditubuh partainya.

Pengunduran diri Fadillah dan Zulkarnaen merupakan hak setiap warga negara, dan hak setiap anggota Partai.

Sejauh ini juga, lanjut Listardi, tidak ada masalah yang terjadi. Ini murni keinginan mereka saja dan bukan dikarenakan permusuhan ditubuh Partai.

Menurutnya, sebelum mengundurkan diri, Zulkarnain pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Natuna. Hanya, pada periode 2015-2020 beliau tidak lagi memegang jabatan.

“Kalau Fadilah itu sekarang menjabat Wakil Ketua Bidang, jadi diharapkan kedepan, jangan bolak-balik. Karena banyak juga kader partai yang dulunya mengundurkan diri, kemudian kembali lagi ke PDI-Perjuangan,”.

“Menurut saya ini bukan masaalah, karena Ibu Megawati pernah bilang, biarpun satu orang, yang penting dia betul-betul orang PDI-Perjuangan, bukan mencela-mencele,” cetusnya.

Sebagai ketua partai, Listardi memutuskan dalam waktu dekat akan menyusun kepengurusan baru, dan mempersiapkan kader terbaiknya menyambut pesta demokrasi mendatang.

“Intinya tidak ada permusuhan, sebagai bukti Pak Zulkarnain secara baik-baik, begitu juga Fadillah yang tiba-tiba datang mengundurkan diri. Mungkin mereka menganggap Nasdem itu adalah dewa, sebagai penolong mereka kedepannya nanti. Karena mereka kabarnya akan bergabung ke Nasdem,” tutup Listardi. (Nitzar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *