INAMPA dan Pemko Batam Bahas 10 Miliar USD Potensi Kemaritiman Kepri

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 521 kali.


Delta Kepri – Presiden Indonesia Maritime Pilots Association (INAMPA) Pasoroan Herman Harianja mengatakan dalam kegiatan Pemerintah Kota (Pemko) Batam bertema “Peluang, Tantangan dan Sinergi untuk memajukan maritim, khususnya Kota Batam dan sekitarnya“ pengelolaan kemaritiman memerlukan 3 (tiga) parameter kinerja agar memiliki daya saing dan memberikan nilai tambah kepada the end usernya, yaitu Simplifikasi, Peraturan dan SOP.

“Integrasi dan Harmonisasi layanan merupakan bagian yang tidak tertinggalkan dari kolaborasi para pemangku kepentingan pemberi layanan jasa bidang kemaritiman dan kepada seluruh stakeholdersnya,” ucap Pasoroan Herman Harianja, di The Golden Bay Hotel, Bengkong, Kamis (19/11/2020)

Herman juga menjelaskan membahas permasalahan tersebut, maka perlu dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas berbagai aspek berhubungan dengan Peningkatan Kinerja Bidang Kemaritiman di Provinsi Kepri- Khususnya di kota Batam dan sekitarnya.

“Adapun maksud dari kegiatan FGD ini adalah untuk mendapatkan input, ide, sumbang saran, dan menggali potensi peluang, tantangan serta sinergi berbagai Stakeholders Kemaritiman yang ada di Batam,” jelasnya.

Sedangkan tujuannya, sambung Herman, yakni mewujudkan peluang, tantangan dan pola sinergi yang dapat dilakukan secara konsistensi dan persistent oleh seluruh pemangku kepentingan, sekaligus sebagai bahan masukan untuk Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota di Kepri dalam kebijakan selanjutnya untuk majukan kemaritiman di Provinsi Kepri dan Kota Batam secara khusus.

“Sekarang ini baru 10 persen yang dimanfaatkan. Sementara potensi kemaritiman di Indonesia itu 1,33 triliun USD. Dari total potensi itu, 10 miliar USD di Kepri. Untuk itu perlu memaksimalkan potensi tersebut demi kemajuan maritim daerah tersebut,” cetusnya.

Hal yang sama juga disampaikan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, bahwa Batam menempatkan laut sebagai instrumen penting. Pasalnya, Batam hanya memiliki daratan empat persen. Untuk itu, perlu memaksimalkan potensi laut demi menunjang perekonomian daerah kepulauan ini.

“Perlu penguatan sektor ini demi terwujudnya unggul di bidang maritim,” kata Pjs Walikota Batam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor UMRAH, Kepala KSOP Batam, Kepala B.P. Batam, Dirut Pelindo I Medan, Dirut BUMD Pelabuhan Kepri, Dirut PT. Bias Delta Pratama, Ketua INSA Cab. Kepri/ Batam, Ketua Kadinda Batam, Ketua Gabungan Galangan Kapal Batam, Deputi Bid.OPSLAT BAKAMLA. (DK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *