Hamid sayangkan anak usia dini pergunakan Hp di sekolah

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 551 kali.


Delta Kepri – Memperingati Hari Ulang Tahun Islam ke 1439 H, Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Natuna menggelar kegiatan perlombaan Da’i cilik dan hafalan surah pendek tingkat SD Se- Kabupaten Natuna di Gedung Sri Serindit Ranai, Selasa (19/09) pagi.

Kegiatan ini bertujuan mewujudkan kompetensi siswa pada setiap sekolah di beranda NKRI. Sesuai dengan standar kompetensi, karena setiap diri anak terdapat bakat yang perlu dikembangkan.

Acara yang bertemakan “Mari kita sambut bulan Hijriah dengan berhijrah dari kegelapan menuju cahaya islami, dari kekufuran menuju keimanan, membawa generasi – penerus bangsa menjadi manusia manusia yang berakhlak mulia, berbudi pekerti,” dibuka langsung oleh Bupati Natuna H. Abdul Hamid Rizal.

Dalam sambutannya, Bupati Hamid mengajak KKG PAI untuk lebih bekerja keras dalam mendidik anak usia dini agar terciptanya SDM yang berakhlak mulia.

“Memang guru-guru PAI harus bekerja keras bagamana menjadikan anak-anak didik kita ini menjadi berakhlak mulia, hal ini menjadi penting bagi kita semua”, ujarnya.

Selain itu, Bupati Hamid juga menyayangkan banyaknya anak didik usia dini yang sudah diberi kepercayaan oleh orang tuanya dalam penggunaan handphone canggih. Menurutnya hal tersebut dapat merusak moral dan keimanan bagi anak itu sendiri.

“Sebenarnya anak SD tidak boleh membawa hp di sekolah, setelah pulang baru boleh, biar org tuanya yang mengawasi. belum tentu bawa hp itu bisa hebat, justru merusak. Jika tidak dilakukan pembentengan dini secara bijak bukan tidak mungkin kita kehilangan generasi moral dan keimanan yang kuat,” tambah Hamid.

Lanjut Hamid, ia berpesan kepada peserta Lomba agar dapat mengikuti perlombaan secara baik dan profesional, sehingga kedepannya di harapkan mampu membawa nama daerah untuk bisa berlomba ketingkat Provinsi hingga Nasional.

“Dan kepada anak-anak ku, berlomba lah dengan baik, supaya nanti bisa sampai ke tingkat Nasional, dan jangan di tingkat kabupaten saja”, pungkas Hamid.

Sementara itu, perlombaan ini diikuti oleh 28 peserta SD se-Kabupaten Natuna dan dari terdiri 28 lomba dai cilik serta 28 lomba hapalan surah pendek. (Afrizal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *