Hamid minta BPOM ada di Natuna

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 662 kali.


Delta Kepri – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Batam menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPOPA) di Gedung Sri Srindit Ranai, minggu (14/05) pagi.

Acara ini menghadirkan narasumber Kepala Balai BPOM Batam Drs. Yulius Secramento Tarigan, dan Anggota Komisi II DPR RI Ibu Siti Sarwindah
selain itu, dan dihadiri Kepala Badan Narkoba dan Narkotika (BNN) Kepulauan Riau, Kepala Kanwil Bea dan Cukai Kepri, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Bupati Natuna, Ketua DPRD Natuna, dan Kepala OPD Natuna.

Peserta sosialisasi didatangkan dari kalangan Kaur Desa, posyandu, Siswa/siswi pelajar SMA, masyarakat,dan para organiasi pemuda Kabupaten Natuna.

Kepala BPOM Batam, Yulius Soeromanto Tarigan mengatakan, pentingnya menyadarkan masyarakat tentang bahaya peredaran obat dan makanan yang sudah kadaluarsa.

Pasalnya, obat yang sudah kadaluarsa akan bisa berubah menjadi racun yang akan membahayakan bagi para penggunanya sendiri.

“Zat khasiat sudah terurai atau potensinya menurun, sehingga ketika digunakan tidak lagi bermanfaat untuk pengobatan, bahkan bisa menjadi racun bagi tubuh,” ujarnya.

Menurut Yulius, obat yang sudah kadaluarsa terdapat jamur jahat yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya.

“Obat kadaluwarsa dapat ditumbuhi jamur, sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit baru lainnya, yang dapat membahayakan penderita dan bukan malah menyembuhkan,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Natuna, H. Abdul Hamid Rizal dalam sambutannya meminta kepada pihak terkait untuk dibangun balai BPOM agar menjaga obat dan makanan yang sudah tidak layal untuk dikonsumsi.

“Di Ranai ini ikan saja sudah ada yang makai formalin. Makanya perlu adanya BPOM di Natuna,” kata Hamid Rizal.

Siti Sarwindah, yang juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini mengharapkan, peserta sosialisasi senantiasa mengkonsumsi makanan yang sehat, seperti buah dan sayur.

“Dan kalo bisa setiap bangun tidur usahakan minum air putih hangat empat gelas sehari. Ini bisa membuat kerja ginjal kita jadi tidak berat. Karena ginjal berfungsi membersihkan racun yang masuk kedalam organ tubuh kita,” ucap Siti Sarwindah. (Afrizal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *