Gubernur Tak Hadiri Paripurna, Sarafudin Meradang

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 213 kali.


DELTAKEPRI.CO.ID, TANJUNGPINANG – Jauh hari telah diagendakan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, namun lagi-lagi rapat tertunda.

Jadwal paripurna yang sebelumnya diagendakan pada Rabu pagi (3/2/2019) kemarin, terpaksa ditunda hingga Senin (8/7) mendatang lantaran Gubernur Kepri Nurdin Basirun sedang kunjungan ke luar pulau.

Pantauan di lapangan, ruang sidang utama paripurna dihadiri sebanyak 17 anggota DPRD. Wakil rakyat yang sudah menunggu mulai terlihat kesal.

Sikap pemerintah provinsi dinilai tidak memprioritaskan tujuan dari sidang Penetapan Perda. Salah seorang anggota DPRD Kepri, Sarafudin Aluan yang merupakan dari fraksi partai PPP mengungkapkan kekesalannya dalam persidangan.

“Ketidakhadiran pak Gubernur dalam persidangan pagi ini merupakan bukti tidak adanya keseriusan dalam menjalankan pemerintahan ini,” ujar Sarafudin dengan nada lantang kepada pemimpin rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kepri, Jumaga.

Sarafudin menilai perda bangunan berciri khas Melayu penting bagi sebuah daerah untuk menunjukkan identitas daerah tersebut.

“Kami meminta lah kepada ketua agar secara tegas mengingatkan kepada Gubernur bahwa agenda rapat Paripurna yang telah diagendakan jauh-jauh hari dapat diprioritaskan Gubernur dibanding kunjungannya keluar pulau,” kata Sarafudin.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak akan mengingatkan Gubernur Kepri untuk dapat serius menjalankan pemerintahan.

Sebelumnya, Jumaga menilai perda bangunan berciri khas Melayu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat di Provinsi Kepri untuk dapat menjaga dan melestarikan budaya Melayu.

(DK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *