Google, Twitter dan Facebook Blokir Foto Anak yang Tak Pantas

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 693 kali.


Delta Kepri – TIGA raksasa digital, Facebook, Google, dan Twitter bergabung dengan sebuah badan amal Inggris untuk menghilangkan jutaan gambar senonoh anak-anak dari internet.

Pada kampanye yang pertama kali dilakukan di Inggris, Internet Watch Foundation (IWF) membagi daftar gambar tak senonoh yang diidentifikasi oleh kode unik. Menurut badan amal tersebut, penggunaan yang lebih luas dari sistem foto-tagging (pemberian kode pada foto) bisa mengubah cara dalam memerangi pedofilia dan kekerasan seksual pada anak.

IWF, yang bekerja untuk mendata gambar tak senonoh anak-anak, memberi tanda pagar pada setiap gambar yang dianggap senonoh. Tanda pagar itu adalah kode uniknya yang terkadang disebut sebagai sidik jari digital.

Dengan membagi “daftar tanda pagar” dari gambar senonoh anak-anak, Google, Facebook dan Twitter akan mampu menghentikan tindakan mengunggah gambar-gambar ke situs mereka.

Para pakar keamanan internet menyambut langkah itu sebagai langkah positif, tapi mengatakan hal itu tidak akan memblokir konten pada “darknet” (jaringan dengan akses terbatas, red) di mana pelaku sering mengunggah gambar-gambar.

Tahun lalu, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan para ahli intelijen dan spesialis kejahatan terorganisir akan bergabung untuk mengatasi gambar senonoh anak pada “darknet”.

Eksploitasi anak secara online (daring) ada pada hampir “skala industri” di seluruh dunia, katanya. (net)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *