Fokus Kesehatan, Bupati Natuna Buka Kegiatan Rembuk Stunting

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 96 kali.


Bupati Natuna

Delta Kepri – Tepatnya pada hari Senin, 11 Maret 2019 siang Bupati Kabupaten Natuna, Drs. Abdul Hamid Rizal, M.Si resmi membuka kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Natuna tahun 2019. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Sekretaris Daerah Wan Siswandi, S.Sos, M.Si, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala desa dan para petugas medis/paramedis.

Dalam arahannya Bupati Natuna Hamid Rizal menerangkan permasalahan stunting di Kabupaten Natuna menjadi salah satu fokus progam di bidang kesehatan untuk mengantisipasi kondisi gizi kronis yang mengakibatkan anak tumbuh dengan kondisi yang tidak maksimal.

Untuk mewujudkan hal tersebut, baik Dinas Kesehatan yang membidangi segala permasalahan kesehatan ditengah masyarakat, maupun kepedulian orang tua serta pengetahuan yang memadai harus terus diupayakan bersama.

Kepala Dinas Kesehatan Natuna

Menurut Hamid Rizal, perihal stunting adalah tanggungjawab bersama, baik aparatur pemerintahan sampai ditingkat Rukun Warga, tenaga medis dan paramedis yang harus selalu berinisiatif menganalisa lingkungan tugas serta orang tua yang harus terus berupaya memenuhi asupan gizi anak.

Hamid Rizal berharap kepada semua pihak untuk dapat menyusun program kerja, sasaran serta langkah konkrit secara sinergi bagi menanggulangi permasalahan stunting diseluruh wilayah kerja Kabupaten Natuna, serta guna mewujudkan generasi baru yang sehat, cerdas serta berkualitas baik dari segi fisik maupun mental.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Natuna, Rizal Renaldy menjelaskan bahwa penanggulangan stunting merupakan program nasional yang dihadapi hampir sebagian besar daerah di Indonesia, termasuk di Natuna.

Sedangkan tujuan yang ingin dicapai melalui rembuk kali ini adalah berupaya untuk memutus mata rantai siklus kemiskinan gizi dan kekerdilan.

Menyikapi hal tersebut Rizal Renaldy berharap agar seluruh tenaga medis, kader Posyandu serta fungsi pelayanan harus benar-benar diperankan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam rangka mensosialisasikan, meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi terhadap anak merubah pola asuh serta berbagai langkah yang dirasa perlu untuk dilakukan bagi mencetak generasi anak berprestasi di usia sekolah. (**)

Suasana Rapat




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *