Enggak Ada ceritanya Minta Maaf ke PKI

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 691 kali.


Delta Kepri – Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI (purn) Muchdi Purwoprandjono meminta agar pemerintah tidak meminta maaf terhadap keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani).

“Jadi masyarakat sekarang ini sedang gembar-gembor istilah melawan lupa, lah kita juga melawan lupa (soal kebiadaban PKI),” kata Muchdi kepada Okezone, Rabu (30/9/2015).

Dia menegaskan, gerakan 30 September 1965 sudah jelas-jelas aksi pemberontakan yang dilakukan PKI dan beberapa aktivis seperti Gerwani. Oleh karenanya, pemerintah tidak perlu minta maaf.

“Jadi masalah ini jelas-jelas pemberontakan PKI, itu kenapa malah disuruh melupakan. Malah pemerintah minta maaf. Enggak ada ceritanya,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu, isu pemerintah melayangkan permohonan maaf pada mereka yang diangap terlibat dalam PKI muncul setelah pemerintah mewacanakan rekonsiliasi terhadap korban, atau keluarga korban sejumlah kasus pelanggaran berat HAM.

Beberapa pelanggaran HAM berat yang menjadi perhatian pemerintah adalah kasus Talangsari, Wasior, Wamena, penembak misterius atau petrus, G30S PKI, kerusuhan Mei 1998, dan penghilangan orang secara paksa. Namun, sampai saat ini wacana rekonsiliasi itu masih belum final.

Usai bertemu dengan pimpinan Muhammadiyah, pada Selasa 22 September 2015, Presiden Joko Widodo menyatakan tidak akan meminta maaf. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti di Jakarta mengatakan hasil klarifikasi Muhammadiyah, Jokowi menegaskan tidak akan meminta maaf kepada korban 65, khususnya kepada mereka yang dituduh terlibat PKI. (net/oz)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *