Dua Calon Wagub dipertanyakan, Ketua RCW anggap Soeryo lebih tepat

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 3155 kali.


Delta Kepri – Riau Corruption Watch (RCW) Kepri, mempertanyakan tentang pemilihan dua nama Calon Wakil Gubernur Kepri yang diajukan oleh Partai Demokrat yaitu Isdianto dan Agus Wibowo.

Hal tersebut terlihat dari isi surat yang dikirim oleh RCW Kepri ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Dalam surat tersebut, RCW Kepri menilai terlalu banyak Nepotisme. Contohnya semangat bebas KKN yang ditegaskan oleh Kejaksaan Agung tidak sesuai fakta dilapangan dengan terpilihnya Isdianto yang merupakan Adik Kandung Almarhum H. Muhammad Sani.

Agus Wibowo yang dinilai terlalu dini untuk mengisi posisi Wagub Kepri, yang juga tidak didukung oleh Tokoh – Tokoh Kepri.

Menurut Ketua RCW Kepri Mulkan, hingga saat ini, bila dilihat dari porsi yang matang menjadi pendamping Gubernur Nurdin Basirun adalah Ketua DPD PDIP Kepri Soerya Respationo.

Pasalnya, Soerya dianggap mampu menjadi jembatan sinergis yang baik antara Pemerintah pusat dan daerah. Terlebih, sosok Soerya Respationo lebih unggul menguasai perpolitikan di Parlement Kepri.

“Ya, yang cocok mendampingi Gubernur Nurdin adalah Soeryo. Sebab, biar bagaimanapun, Soeryo lebih unggul di kursi parlement. Apalagi bila kita berbicara loby-loby anggaran ke Pusat, jelas Soeryolah orangnya dibandingkan kedua orang tersebut. Publik juga harus tahu, kemenangan Sanur dan SAH perbandingannya hanya tipis saja. Jadi apa salahnya, bila Nurdin dan Soeryo digabungkan saja, demi rakyat kepri damai dan sejahtera,” cetus Mulkan melalui via seluler, tadi malam (27/2).

Lanjut Mulkan, bila nantinya Nurdin mampu menggandeng Soerya Respationo menjadi Wakilnya dalam menjalankan roda pemerintahan. Dapat dipastikan, Gubernur akan lebih efektif memainkan perannya sebagai kepala daerah. Sebab ia telah didukung oleh Wakil yang memiliki kriteria yang pas dalam menjalankan program kerja nyata kepada rakyat.

“Untuk apalagi kita berfikir terlalu pragmatis, ada yang bagus kenapa memilih untuk mengedepankan ego kita. Kita berbicara kesejahteraan agar anggaran kita tidak defisit. Dan pada kenyataannya didepan kita ada aset bangsa, kenapa tidak kita percayakan. Saya yakin, jika Gubernur mampu mendapatkan Soeryo, dipastikan Nurdin baru bisa memainkan peran sesungguhnya sebagai seorang kepala daerah,” ungkapnya. (DK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *