DPRD Tanjungpinang tindaklanjuti laporan masyarakat terkait PDAM

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 569 kali.


Delta Kepri – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait biaya pemasangan sambungan baru mencapai Rp13 juta, Komisi 2 DPRD Kota Tanjungpinang mendatangi kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri yang berada di Jalan MT Haryono, Tanjungpinang, Rabu (26/4) kemaren.

“Kami mewakili komisi 2 mengunjungi kantor PDAM untuk meminta klarifikasi terkait masalah itu,” kata M Syahrial SE, anggota Komisi 2 DPRD Kota Tanjungpinang, Kamis (27/4).

Syahrial menerangkan, sesuai penjelasan dari Direktur PDAM Tirta Kepri (Abdul Kholik), tidak semua wilayah Tanjungpinang sudah memiliki jaringan pipa induk PDAM. Sementara, PDAM sudah komitmen untuk tidak lagi membuat pipa cacing, tapi menggunakan pipa induk.

“Sehubungan dengan itu, untuk beberapa wilayah tertentu yang belum ada pipa induk, pelanggan baru harus bersabar, sampai dipasangnya pipa induk. Kecuali bersedia untuk menanggung biaya pemasangan pipa induk sendiri untuk sampai dirumahnya (pelanggan),” beber politisi PDI-P ini.

“Dan biaya itu bisa disharing dengan tetangga lainnya. Agar tidak terlalu berat biayanya. Makanya timbullah biaya 13 juta tersebut untuk pemasangan pipa yang belum ada jaringannya. Sementara, biaya resminya hanya 1,3 juta saja. Kalau tidak, pelanggan baru diminta bersabar sampai PDAM yang melakukan sendiri jaringan pipa itu,” sambung Syahrial.

PDAM, lanjut Syahrial, juga mengakui bahwa untuk penambahan jaringan baru, juga mempertimbangkan kapasitas sumber air baku. Yang mana pada saat ini, PDAM hanya memiliki 2 sumber air baku, yaitu Sungai Pulai dan Gesek.

“Untuk sungai pulai sudah tidak memadai lagi, makanya PDAM mengandalkan sumber air baku Sei Gesek. Namun jaringan pipa yang dari Sei Gesek ini belum memadai, sehingga PDAM akan memasang pipa baru agar bisa mencapai ke wilayah perumahan yang belum memiliki jaringan pipa PDAM,” tutupnya. (PK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *