Disdik Kepri Gelar Workshop Pengelolaan BMN dan BMD

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 967 kali.


Delta Kepri – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri menggelar kegiatan Workshop Pengelolaan Aset Barang Milik Negara (BMN) dan Barang Milik Daerah (BMD).

Kegiatan dibuka oleh kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Yatim Mustafa. Acara ini dimulai Pada hari senin tanggal 9 mei 2016, di Vista Hotel Batam. Dan diikuti oleh 65 orang peserta, yang merupakan pengelola aset BMN/BMD, terdiri dari Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Dalam sambutannya Yatim menyampaikan, dengan pemekaran terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau dan kabupaten. Banyak sekali aset kita, yang perlu kita tata dengan baik.

Pasalnya, Workshop ini bertujuan, agar peserta yang hadir bisa mendapatkan ilmu baru serta wawasan. Dan kemudian dilanjutkan dengan peningkatan ilmu sumber daya manusia mengenai pengelolaan aset Barang Milik Daerah dan Negara. Tutur Yatim, kemarin lalu.

Yatim menambahkan, diharapkan dengan pelatihan ini, kita dapat memberikan pemahaman, pengetahuan dan penguatan. Hingga pada saatnya, kita mampu membuat perencanaan dan pendataan yang lebih baik lagi tentang aset. Kemudian, kita mampu memberikan suatu pertanggung jawaban yang benar.

Menurut Yatim, Aset bukan berarti hanya berbentuk harta kekayaan. Namun, dokumen juga merupakan aset yang ada pada kita. Aset merupakan suatu kekuatan atau jaminan dalam pembukuan dan segala sesuatu yang mampu memberikan nilai tambah, baik itu nampak maupun tidak.

Selain itu, Sebagai seorang pengelola aset, kita harus memiliki dokumentasi, kita harus mengetahui tanggal datang, tanggal terima, berita acara, jumlah barang, dan dokumen-dokumen lainnya.

Disamping itu juga, Untuk mampu memberikan suatu hal yang baru dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam bidang tata kelola. Aset Barang milik daerah dan negara harus kita perkuat administrasinya, jelas Yatim.

Dengan penjabaran tersebut, Ikutlah pelatihan ini dengan semangat, dengan familiar dan fokus hingga selesai. Pesan Yatim Mustafa kepada para peserta workshop. (red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *