Dibantu Polrestabes Surabaya, Satresnarkoba Tanjungpinang Ungkap Jaringan Internasional

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 361 kali.


Delta Kepri – Satresnarkoba Polres Tanjungpinang berhasil menangkap dan mengamankan 3 tersangka narkoba jaringan internasional.

Ketiga tersangka itu merupakan pengembangan kasus ditemukannya 5 kilogram narkoba jenis sabu di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Sabtu (09/03/2019) lalu.

Ketiganya tersangka yakni NS (39 thn) warga Surabaya, F (20 thn) warga Batam dan S (37 thn) warga Batam.

Adapun modus yang digunakan untuk mengedarkan barang haram itu dengan mengunakan jasa ekspedisi Lion Parcel.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan pengungkapan kasus berawal dari diamankannya sabu sebanyak 5,084 Kg di Bandara RHF Tanjungpinang oleh pihak Bea Cukai Tanjungpinang dan AVSEC Bandara RHF.

“Barang haram yang dibungkus dengan mengunakan tas akan dikirim ke Surabaya melalui jasa ekspedisi. Kemudian Satnarkoba Polres Tanjungpinang melakukan pengembangan dan menangkap satu tersangka N di Surabaya pada 13 Maret 2019,” ujarnya saat press conference di Mapolres Tanjungpinang, Kamis, (28/03/2019).

“Dari penangkapan itu juga diamankan barang bukti ekstasi 1.058 butir dan sabu 13 gram,” tambahnya.

Menurut Ucok, polisi kembali melakukan pengembangan terhadap pelaku yang mengirim barang tersebut.

Dari hasil pengembangan, pihaknya mengamankan tersangka F di Jalan Cijerah, Gang Nawawi Bandung.

“F mengakui mengirimkan tiga koli berisi tas-tas wanita yang berisi sabu,” kata Kapolres.

Kemudian, polisi juga membekuk tersangka lainnya, S di Baloi Permai, Batam.

Dari keterangannya, barang haram tersebut berasal dari Malaysia yang akan dibawa ke Surabaya melalui Tanjungpinang.

“Kita sedang melakukan pengembangan terkait pemilik sabu tersebut. Sabu dari Malaysia, dikendalikan dari sana,” katanya.

Menurutnya, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing. N sebagai penerima barang yang dikirim melalui ekspedisi, F bertugas menjemput dari Malaysia dan mengirim barang haram tersebut sedangkan S membantu membungkus sebelum dikirim ke Surabaya.

Ketiga tersangka pun harus menghadapi konsekuensi dari perbuatannya.

“Tersangka N diancam dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2, sedangkan S dan F diancam dengan pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman maksimal hukuman mati,” kata Kapolres.

Tidak ketinggalan juga, Kapolres Tanjungpinang mengungkapkan bahwa keberhasilan kasus ini berkat kerjasama bersama Polda Jatim, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

“Untuk keberhasilan penangkapan NS dilapangan dibantu oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya,” tutupnya. (PT/DK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *