Di Lingga, pembangunan Smelter menunggu revisi Perda RT/RW

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 959 kali.


Delta Kepri – Bupati Lingga Alias Wello memastikan investasi pembangunan Smelter Bauksit akan dilakukan usai pengesahan revisi perda RT/RW pada Agustus mendatang.

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat atas janji pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Lingga.

“Saya optimis bulan Agustus, komitmen kita pastikan pengesahan revisi ranperda RT/RW itu selesai,” kata Alias Wello saat menjawab pertanyaan wartawan, terkait kapan rencananya proyek pembangunan Smelter Alumina akan di mulai.

Direktur PT Saanxi Youser Indonesia Steven Ugo, usai presentasi dihadapan Pemkab Lingga dan DPRD Kabupaten Lingga mengungkapkan, bahwa pembangunan Smelter Aumina ini sebenarnya sudah direncanakan setahun yang lalu.

Namun, Investor asal Tiongkok tersebut mengakui bahwa adanya kendala terkait Perda tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Sehingga, kata Ugo, proyek tersebut hampir batal dilaksanakan.

“Kalau rencananya, kita sebenarnya sudah ingin bangun tahun lalu. Karena terbentur aturan tata ruang, jadi kita masih menunggu,” kata Ugo, Rabu (14/3).

“Kemudian, Pak Bupati mengabarkan kepada kita kalau tahun ini bisa dikerjakan. Makanya kita maju lagi,” sambung Ugo.

Dipaparkanya, untuk pembangunan sebuah Smelter lengkap dengan fasilitas pendukung di Indonesia, diperlukan waktu sekitar 3 tahun. Sementara itu, di wilayah asalnya hanya diperlukan waktu satu tahun pekerjaan.

“Rencananya nanti sesuai permintaan kita bangun di daerah Tanjung Keriting. Dekat dengan pantai, sehingga memudahkan tranportasi,” sebutnya.

Untuk memuluskan dan mendukung langkah investasi pembangunan Smelter Alumina ini, pihak perusahaan PT Shaanxi Youser Indonesia asal Tiongkok itu juga akan membangun pembangkit listrik berkekuatan 150 megawatt, yang nantinya bakal bisa di nikmati oleh masyarakat.

“Kita bangun pembangkit listrik nanti 150 Mega, kan lebihnya nanti bisa juga dinikmati oleh masyarakat banyak,” kata dia.

Sejarah pengelolaan Alumina oleh PT Shaanxi Youser Indonesia di negeri asalnya RRC itu, sudah berlangsung lama.

Mulanya, mereka mengolah Bauksit menjadi Alumina dengan sistem tambang bawah tanah. Setelah sukses di tempat asalnya, mereka mengembangkan investasi di berbagai negara termasuk Indonesia. (Simarmata)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *