Debat Calon Gubernur dan Wagup Kepri Berujung Ricuh

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 666 kali.


DELTAKEPRI,- Debat dua pasangan calon Gubernur dan wakil GUbernur Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung Selasa (24/11) malam ini pukul 20.00 WIB dari Hotel Pasific Batam berakhir dengan kericiuhan kedua pendukung pasangan calon.

Kejadian berawal ketika tim sukses nomor urut dua Soerya-Ansar menemukan alat peraga kampanye pasangan nomor urut satu, Sani-Nurdin ada di dalam ruangan debat.
Tim sukses SAH yang merasa dicurangi langsung marah dan mengejar salah satu tim sukses Sanur yang diduga membawa alat peraga kampanye tersebut.

Sementara itu dari hasil Debat Selasa Malam lalu apa yang didebatkan oleh kedua pasangan calon sama seperti ucapan saat kedua mantan Gubernur Kepri H.M Sani berpasangan dengan Nurdin Basirun (Sanur) membolak balikan tentang rencana FTZ untuk wilayah Kepri yang sampai saat ini tidak jelas mekanisme sistem kerja maupun aturanya.

Sementara pasangan calon no urut 2, Soerya Respationo dan Ansar Ahmad (SAH) menitik beratkan pada mencari Investor dalam maupun luar negeri untuk dapat membuka usahanya di Kepri semangkin maju, baik dalam bidang SDM, Teknologi, UMK, dan lainya.

Zamzami A Karim mantan ketua Stisipol RHF Tanjungpinang mengakui ” hasil debat tadi malam terlalu datar, hanya sedikit perubahaan yang ditawarkan visi – misi masing-masing pasangan calon untuk membangun Kepri yang seru hanya pas ributnya saja,” terangnya.

Sementara itu untuk diketahui debat yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut dipimpin oleh Empat pakar itu adalah Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang Prof. Syafsir Akhlus, Budayawan Kepri Abdul Malik, Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Tanjungpinang Suhardi Mukhlis, dan pakar di bidang media Sokrates.(Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *