Cari Solusi Masalah Imigran, Kesbangprov Audiensi dengan UHNCR dan IOM

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 297 kali.


DELTAKEPRI.CO.ID, TANJUNGPINANG – Kepala Badan Kesbangpolinmas Provinsi Kepri, Lamidi menggelar audensi dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) selaku pihak PBB yang menangani Imigran beberapa waktu lalu. Pertemuan itu juga dihadiri International Organization for Migration (IOM).

Pada kesempatan audensi, Lamidi meminta pihak IOM dan UHNCR segera mengatasi permasalahan dialami oleh ratusan Imigran yang ada di kabupaten kota se-Kepri.

Apalagi, menurut Lamidi dalam catatan Kesbangprov, Imigran yang minta diberangkatkan ke negara tujuan sudah berupaya demo setiap hari.

Atas permintaan yang disampaikan Lamidi, pihak IOM dan UNHCR diharapkan dapat segera menangani dan mengatasi permasalahan yang dialami para pencari suaka atau warga detensi yang masih menunggu pemberangkatan ke negara tujuan.

Melisa Sidabutar, perwakilan pihak UNHCR menyebutkan, pihak UNHCR selalu mengirim permohonan ke negara tujuan para Imigran. Namun sejauh ini kata dia belum ada permintaan yang baru.

“Kami akan berangkatkan setelah ada permintaan dari negara tujuan. Jadi ini sangat bergantung dengan negara yang menerima,” ujar Melisa, Kamis (8/8/2019) di kantor IOM.

Melisa menambahkan, permintaan dari negara tujuan memang selalu ada, namun setiap ada permintaan jumlahnya sangat terbatas dan kriteria orang yang dibutuhkan harus sama dengan yang dikirim.

“Permohonan itu tidak masuk ke Imigran yang ada di Indonesia saja, namun ke Imigran di beberapa negara lain juga,” pungkas Melisa.

Sementara itu, Ni Nyoman Ayu mewakili pihak IOM pada kesempatannya mengaku, IOM hanya bertanggungjawab memenuhi tempat tinggal dan kebutuhan para imigran sebelum diberangkatkan. IOM, kata dia tidak bertanggungjawab mencarikan negara tujuan para Imigran.

“Untuk keberangkatan atau tujuan imigran ini, pihak UHNCR yang melakukan komunikasi kepada negara tujuan,” sebut Ni Nyoman Ayu.

Saat dikonfirmasi wartawan, usai melakukan pertemuan dengan pihak IOM dan UHNCR, Lamidi menjelaskan pertemuan tersebut sebatas ingin mengetahui progres usaha yang dilakukan pihak IOM dan UHNCR dalam menangani apa yang dialami para pencari suaka.

“Kami dari Kesbangpol bersama pengurus FKDM sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan IOM dan UHNCR untuk mengetahui progres usaha mereka dalam membantu memberangkatkan para Imigran ini ke negara tujuannya,” kata Lamidi, usai keluar dari Kantor IOM, kemarin.

Saat ini, dikatakan Lamidi penampungan sementara pengungsi di Kepri ada 3 tempat. Masing-masing di Hotel Bhadra Resort, Bintan berjumlah 460, pengungsi di hotel Kolekta Kota Batam ada 290 pengungsi, dan di Rudenim Imigrasi di Sekupang Batam ada 326 pengungsi.

Adapun para pengungsi di wilayah Kepri, ujar Lamidi mengungkapkan seluruhnya berasal dari berbagai negara, diantaranya Afganistan, Iran, Siria, Somalia, dan Afrika Selatan.

Permasalahan yang dihadapi pengungsi di Kepri ini menurut keterangan Lamidi, belum adanya kepastian waktu kapan mereka akan diberangkatkan ke negara ketiga tempat mereka bisa diterima.

Hal itu disebakan lantaran empat hari terakhir ini, ratusan pencari suaka yang kini dalam pengawasan pihak imigrasi di Badra Resort Bintan demo di kantor Internasional Organization for Migration (IOM).

Diakhir penuturannya, Lamidi berharap masalah imigran ini menjadi perhatian serius Plt Gubernur Kepri Isdianto. Di mana, kata dia Pemprov Kepri terpaksa harus turun langsung karena demo imigran ini dilakukan lintas kabupaten/kota se-Kepri dan menjadi perhatian dunia.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *