Bintan siapkan sektor penunjang pariwisata

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 634 kali.


Delta Kepri – Dunia investasi pariwisata di Kabupaten Bintan semakin bergairah. Beberapa hotel dan resort baru sudah mulai dalam tahap pembangunan.

Sementara itu Bupati Bintan, H Apri Sujadi S.Sos mengatakan hal ini merupakan iklim yang bagus bagi Kabupaten Bintan disaat daerah lainnya sedang mengalami kelesuan.

Meski demikian, kata Apri, dia bersama jajaran tidak berpuas diri dan akan menyusun beberapa sektor prioritas penunjang lainnya agar iklim investasi tetap terjaga.

“Kita akan terus mencari investor agar menanamkan investasinya di Kabupaten Bintan. Seiring hal tersebut, beberapa sektor pendukung juga kita siapkan secara simultan. Sektor prioritas pendukung yang paling mendasar adalah kebutuhan air serta pemenuhan kebutuhan listrik,” ujar Apri, Selasa (12/09).

Untuk pemenuhan kebutuhan air, sambung Apri, dengan luas lahan yang tersedia maka Kabupaten Bintan dinilai sudah matang dan pengembangan pembangunan waduk serta bendungan juga telah dibahas bersama Satker Balai Wilayah Sumatera IV, beberapa waktu lalu.

“Persoalan air tidak menjadi kendala berarti, karena kita sudah bahas secara intensif dan merancang beberapa pembangunan waduk dan bendungan bagi pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat serta industri swasta kedepan,” ungkap Apri.

Lanjut Apri, namun untuk ketersediaan listrik yang terus bertambah maka diperlukan terobosan-terobosan baru. Salah satu peluang yang potensial dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Peluang itu pun sudah dilirik investor PT Tamaris Hydro Jakarta yang siap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan mesin minihidro berkapasitas 2 x 15 MW.

“PT Tamaris Hydro Jakarta sudah mempresentasikan hasil kajian awal potensi dan progres pengembangan kelistrikan. Saat ini 80 persen kebutuhan listrik di Pulau Bintan disuplai oleh PLTU Tanjung Kasam Batam, dengan interkoneksi Batam-Bintan sebesar 150 KV. Sedangkan penggunaan listrik di Kabupaten Bintan diperkirakan mencapai 68 GWh pertahunnya. Dan hal ini akan terus berkembang, maka kita sedang menjajaki peluang-peluang untuk memenuhi kebutuhan listrik yang handal kedepannya,” tutupnya. (Oppy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *