Bangun Tugu Dirgantara di Dompak

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 170 kali.


Plt Gubernur Kepri H Isdianto bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksdya TNI Yudo Margono melakukan rapat persiapan rencana pembangunan Tugu Taman Dirgantara di Gedung A Lantai 4 Pulau Dompak, Tanjungpinang, Jumat (17/1).

Dalam pemaparan tersebut, Isdianto berharap nantinya menyiapkan bahan bahan bersama antara pihak TNI dan Pemerintah. Agar pekerjaan pembangunan tugu nantinya sesuai dan matang yang diinginkan.

“Dinas PU agar segera berkoordinasi dengan pihak TNI, agar gambar yang dibuat dan direncanakan akan sesuai dengan yang akan dipajangkan,” ungkap Isdianto.

Isdianto juga menyampaikan, pelaksana pekerjaan tugu tersebut terus dikoordinasikan, agar pengerjaannya sesuai dengan keinginan kita bersama nantinya. Lebih lanjut, Isdianto meminta terus pererat komunikasi satukan semua unsur elemen agar pekerjaan dengan mekanisme yang baik dan maksimal.

“Dengan bersatu, apa pun yang kita rencanakan pasti maksimal jadinya,” pinta Isdianto.

Dalam kesempatan itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I Laksdya TNI Yudo Margono mengapreasikan Pemerintah Provinsi dalam menyiapkan perencanaan pembangunan Tugu Dirgantara tersebut.

Lanjutnya, Panglima juga memberikan pilihan dalam rencana pembangunan tersebut ada dua pilihan. Adapun arahan tersebut Perencanaan yang sudah disiapkan dan perencanaan yang temanya Taman Tri Dharma Yudha Sakti yang unsurnya TNI AL TNI AD dan TNI AU.

Pemaparan teknisnya disampaikan oleh pihak Dinas PUPR beserta dengan Master Plannya yang berupa skematik, ilustrasi dan atraksi. Taman Dirgantara tersebut akan diletakkan pesawat F5 yang panjang 14,6 meter yang nantinya akan memakai hidrolig dan bisa bergerak sampi 300 derajat untuk berputar dengan diameter bundaran 100 meter.

Dalam pemaparan perencanaan tersebut, nantinya akan disinkronisasi lagi bersama dalam penetapan apa yang akan di bangunkan. Karena adanya rencana pembangunan tersebut akan di letakkan kendaraan Tank dan Replika Kapal KRI TNI AL.

Sebelum rapat pemaparan tersebut, Isdianto bersama Panglima melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Raya Nur Ilahi dan dilanjutkan makan bersama diruang rapat Plt Gubernur.

Adapun yang hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah, Komandan Lantamal IV Laksma TNI Arsyad Abdullah, Komandan Korem WiraPratama 033 Meyjen TNI Gabriel Lema, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Bahrum, Kabiro Pembangunan Aries Fhariandi.

2021 Dibangun

Panglima Yudo Margono menceritakan, pembangunan Mako rencana sejalan dengan pembangunan rumah dinasnya. Sementara ini lanjut dia, kantor sekretariat Pangkogabwilhan masih berada di Jakarta sampai Februari baru kemudian berkantor di Kepri yakni di Gedung Kartika Korem Tanjungpinang.

“Gedung sementara nanti di gedung Kartika Korem, sambil menunggu pembangunan itu selesai akhir 2020 mendatang,” sebutnya.

Rencana pembangunan Markas Kogabwilhan I sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor Nomor 62 Tahun 2016, sedangkan pembentukan Kogabwilhan didasarkan oleh Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 2019.

Terkait pembentukan Kogabwilhan, menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sudah masuk pada Rencana Strategis (Renstra) pada awal tahun 2004, dan baru pada tahun 2019 ini dapat direalisasikan.

“Pembangunan Markas Kogabwilhan II berada di Balikpapan dan Kogabwilhan III yang tadinya di Biak kemungkinan akan di pindah ke wilayah Waropen juga akan segera dibangun,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Panglima TNI bahwa untuk penempatan pasukan Kogabwilhan I, Poskonya ada di sini dan satuan-satuannya berada di wilayah yang tersebar seperti Kodam I, Armada I dan Koops I.

“Apabila ada penindakan terhadap kegiatan operasi, baik kegiatan Operasi Militer Perang maupun kegiatan Operasi Militer Selain Perang, wilayah tersebut di bawah kendali Kogabwilhan I,” jelasnya.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa pentingnya penempatan Markas Kogabwilhan I di Tanjung Pinang – Kepulauan Riau karena wilayah ini berada di tengah-tengah, bisa ke Sabang, ke Ranai atau ke Jakarta, karena wilayah cakupannya mudah dan kebetulan di Tanjung Pinang ini ada dermaga , dan pangkalan udara. “Pesawat tempur dapat mendarat dengan mudah bahkan pesawat angkut berat sekalipun bisa,” ujarnya.(DK/R)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *