Akib mengundurkan diri dari jabatannya?

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 832 kali.


Delta Kepri – Sekretaris Dewan (Sekwan) Pemko Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim dengan nama sapaan akrapnya pak Akib mengakui sudah mengantarkan surat pengunduran dirinya ke Walikota Tanjungpinang 20 Juni lalu.

“Saya sudah mengantarkan surat pengunduran diri saya pada 20 Juni atau saat Ramadhan lalu sekitar pukul 11.00 kepada Wali Kota Tanjungpinang,” ujar Akib Jumat (7/7) di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang.

Ia menjelaskan alasannya mundur dari Sekwan yang pertama bahwa dirinya sudah menjabat Sekwan sudah dua tahun lima bulan dan dia berfikir sewajarnya ada penyegaran ataupun regenarasi.

“Alasan saya yang terakhir seperti yang sudah saya upload di Media Sosial (Medsos) Facebook (Fb) milik pribadi saya,” jelasnya.

Intinya, Kata dia, dirinya menginginkan dimanapun kami sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) menginginkan yang lebih baik.

“Kalau saya mundur dan pencapaian target katakanlah dimata Pak Wali, Wakil dan Sekda saya tidak ada persoalan atau masalah selama di Sekwan. Saya fikir sudah saatnya berhenti dan biar yang lain yang melanjutkannya,” jelasnya.

“Saya selalu berfikir, kalau sampai disini melakukan kebaikan, dan saya fikir ini sudah sampai dan saya berhenti agar yang lain melanjutkan itu.

Ia menegaskan, dirinya mundur dari Sekwan Dewan bukan karna ada masalah, tapi karna ada alasan-alasan tertentu seperti yang sudah dijelaskan.

“Kalau kita berhenti karna ada masalah kan sudah repot,” ucapnya.

Saat ditanya, berarti bapak siap ditempatkan dimana saja? Ia menjawab, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PSN) harus siap ditempatkan dimana saja, karna itu sudah menjadi sumpah PNS.

“Saya siap ditempatkan dimana saja,” ucapnya dengan tegas.

“Kalau sekarang saya masih aktif. Cuman, mulai Selasa 11 Juli mendatang pak Wali akan menandatangani cuti tahunan saya sampai 21 Juli mendatang dan 22 Juli saya kembali masuk lagi,” ucapnya.

Selama cuti, lanjutnya, pak Wali akan menunjuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau beliau mengambil keputusan lain tidak tahu karna itu hak progratif beliau. (Ari)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *