AJI Batam terima permintaan maaf dan klarifikasi dari Disdik Kepri

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 1105 kali.


Delta Kepri – Melalui Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam Jaylani. AJI menerima klarifikasi dan permohonan maaf Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri terkait pencantuman logo AJI pada kegiatan ‘Workshop Perspektif Jurnalistik terhadap dunia pendidikan tahun 2016’.

“Tentu sudah kita terima (klarifikasi dan permohonan maaf Disdik Kepri,red terkait pencantuman logo AJI). Karena, komunikasi awal AJI hadir sebagai narasumber,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjend) AJI Batam, Jaylani didampingi sejumlah anggota AJI serta disaksikan Kasubag Rencana dan Evaluasi (Renva) Disdik Kepri, Irwan Pangabean yang juga merupakan ketua panitia kegiatan ‘Workshop Perspektif Jurnalistik’ plus awak media di kantor Disdik Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Jumat (2/12).

Jaylani menjelaskan, sebelumnya AJI Batam resmi melayangkan somasi kepada Disdik Kepri terkait pencantuman logo AJI tanpa koordinasi pada agenda ‘Workshop Perspektif Jurnalistik’ yang digelar Disdik Kepri selama tiga hari di Hotel Aston Tanjungpinang.

“Sesuai dengan kesepakatan rapat pengurus AJI kemaren, harapan kita melalui somasi itu, permintaan maaf secara resmi dari panitia terkait penggunaan logo AJI tanpa koordinasi. Hal ini, menjadi tamparan bagi AJI Batam dari AJI Indonesia. Karena sudah melanggar kode etik organisasi, kecuali AJI menggelar bersama pihak swasta. Kita tidak dibenarkan terlibat bersentuhan dengan kegiatan yang bersumber anggaran APBD atau APBN,” jelas Jaylani.

Sementara itu, Kasubag Renva Disdik Kepri, Irwan Pangabean ST, MH yang juga merupakan ketua panitia kegiatan ‘Workshop Perspektif Jurnalistik’ tak lupa memberikan keterangan resmi tentang klarifikasi serta permohonan maafnya.

Dihadapan perwakilan pengurus dan anggota AJI Batam, Irwan memastikan bahwa panitia kegiatan tidak mengetahui jika dalam aturan AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) AJI tidak dibenarkan pencantuman logo AJI pada kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah.

“Pencantuman logo AJI tidak ada profit apapun. AJI bukan masuk dalam kepanitian agenda dan bukan masuk panitia. Dikarenakan narasumber yang diundang panitia adalah Ketua PWI dan Sekjen AJI Batam, maka untuk menghormati organisasi yang memayungi wartawan, maka logo AJI tersebut dicantumkan,” ungkap Irwan dalam konfrensi pers di kantor Disdik Kepri.

Terkait menjawab somasi AJI tersebut, sambung Irwan, Disdik Kepri memberikan klarifikasi serta permohonan maaf.

“Saya, Irwan Pangabean selaku dan atas nama panitia dengan setulus hati dan tanpa paksaan dari pihak manapun meminfa maaf kepada jajaran pengurus AJI Batam. Demikian klarifikasi ini disampaikan serta dikemudian hari tidak terulang kembali,” kata Irwan yang juga merupakan Ketua GM FKPPI PC 3102 Kota Tanjungpinang.

Irwan berjanji masalah tersebut akan dijadikan tolak ukur kedepan guna menyempurnakan tahapan komunikasi selanjutnya.

“Kami juga akan mengirimkan klarifikasi serta permohonan maaf tertulis kepada AJI Batam,” tutup Irwan.

Selain itu, usai konfrensi pers, Ketua Panitia “Work Shop Perspektif Jurlnalis “Irwan Panggabean dan Sekretaris AJI Batam Jaylani menyempatkan berfoto sambil bersalam Komando dan kembali berpelukan erat lagi. Dimana, hal ini sebagai pertanda keharmonisan antara Disdik Kepri dan AJI kembali berjalan normal. (DK/PK)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *