4 LSM Laporkan Bobby Jayanto

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 559 kali.


Delta Kepri – Ketua DPD Partai Nasdem Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto dilaporkan ke polisi akibat dugaan tindakan rasisme.

Bobby Jayanto dilaporkan oleh 4 LSM yakni Garda Fisabililah, Zuriat Kerabat Kerajaan Riau Lingga, Cindai dan Gagak Hitam Tanjungpinang ke Polres Tanjungpinang, Selasa (11/6/2019) sore.

Hal itu berdasarkan Laporan Polisi (LP) nomor: STTLP/82/Iva/VI/2019/Kepri/SPKT-Res TP Boby Jayanto dilaporkan tentang peristiwa pidana berupa Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis yang terjadi pada hari Sabtu (8/6) di Klenteng Jalan Pelantar 2, Tanjungpinang sekira pukul 21.00 WIB.

Panglima Gagak Hitam Mansyur Razak mengatakan pihaknya melaporkan Bobby akibat sikap dan tindakan pidato Boby Jayanto meresahkan masyarakat.

“Kami menilai isi pidato Bobby sudah masuk dalam kontek rasisme sehingga kita bersama 4 LSM melaporkan kepada polisi agar segera di proses secara hukum,” ujarnya saat dihubungi.

“Karena kami organisasi Melayu yang beradat jadi kami laporkan saja kepada penegak hukum sehingga ini dapat diproses,” sambungnya.

Selain itu, Mansyur Razak juga mengaku sudah melampirkan barang bukti dari pidato video tersebut dan melakukan pengaduan yang dilimpahkan ke Unit Pidum Reskrim guna ditindaklanjuti.

Sebelumnya, Bobby Jayanto juga telah memberikan klarifikasi terkait persoalan dugaan rasisnya melalui akun Facebook,  seperti halnya dibawah ini,

Salam Sejahtera untuk kita semua

Saya ingin memberikan klarifikasi tentang postingan di sebuah grup FB yang menyiarkan cuplikan video pidato saya, saat diminta panitia memberikan sambutan di acara Sembahyang Keselamatan di Pelantar 2, Tanjungpinang pada Sabtu malam, 8 Juni 2019.

Dalam postingan itu pihak yang memposting menuliskan caption jika saya telah menyampaikan hal yang bersifat Rasis.

Karena itu saya ingin memberikan klarifikasi supaya tidak ada kesalahpahaman dan tidak terprovokasi oleh postingan tersebut.

Kronologisnya begini : Saya diundang sebagai tokoh masyarakat di acara Sembahyang Keselamatan Laut di Pelantar 2 tersebut.
Makanya pidato saya disampaikan dalam bahasa Tionghoa karena itu adalah acara internal etnis Tionghoa.

Jadi, biasanya setiap tahun, saat sembahyang keselamatan juga selalu diadakan lomba perahu naga atau dragon boat race.

Namun tahun ini kata panitia tidak dilakukan. Alasannya tidak ada dana.
Mendengar hal itu saya merasa masalah ini harus dikomunikasikan.

Nah, saat diminta memberikan sambutan, saya menyampaikan arahan diantaranya tentang agar kita ( sesama etnis tionghoa ) harus saling membantu kelenteng karena merupakan tempat ibadah.

Kemudian tentang lomba perahu naga di Pelantar 2 menurut saya adalah tradisi sejak lama yang harus terus dilestarikan. Saya sendiri sejak kecil sangat senang melihat lomba itu.

Karena menurut kepercayaan kami etnis Tionghoa dan yang beragama Budha, lomba perahu naga ini adalah tradisi budaya menolak bala, sehingga disejalankan dengan sembahyang keselamatan. Karena itu saya menyampaikan sangat sayang jika tahun ini lomba perahu naga tidak dilaksanakan.

Mengingat pada Pileg 2019 ini Partai NasDem Tanjungpinang yang mana kebetulan saya sebagai ketuanya mendapat 4 kursi di DPRD Kota Tanjunginang, yang mana 2 kursi diantaranya diraih oleh etnis Tionghoa serta 1 kursi untuk DPRD Provinsi Kepri, sangat berharap anggota dewan dari etnis tionghoa partai nasdem ini nantinya bisa mengakomodir aspirasi masyarakat untuk bisa terus melestarikan budaya lomba perahu naga ini.

Saya juga menyatakan terimakasih kepada masyarakat yang telah percaya kepada kami Partai NasDem Kota Tanjungpinang.

Jadi, tuduhan rasis kepada saya itu karena saya menyebutkan sesama suku tionghoa harus saling membantu, itu adalah kesalahpahaman.

Saya menekankan di acara internal etnis tionghoa itu untuk saling membantu sesama kami, agar memotivasi masyarakat untuk turut melestarikan budaya lomba perahu naga di Pelantar 2 yang sudah menjadi tradisi tetap lestari.

Karena itulah guna memilih wakil rakyat dari etnis tionghoa supaya bisa membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat salah satunya melestarikan budaya yang sudah dilaksanakan sejak lama supaya tetap terus dilaksanakan tiap tahun.

Jadi, tidak ada sedikitpun niat saya untuk rasis seperti di postingan itu.

Namun saya tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas yang merasa tidak nyaman dengan sebutan di video tersebut.

Sebagai manusia biasa saya tentu tidak terlepas dari kesalahan dan kesilapan, karena jujur dari hati paling dalam saya tidak maksud untuk mendiskriditkan pihak mana pun.

Saya tahu betul semua ras di Tanjung pinang adalah saudara saya yang sudah saling kenal sejak kecil.

Karena itu melalui kesempatan ini saya dengan segala kerendahan hati mengajak kepada masyarakat luas marilah kita sama sama mempererat hubungan persaudaraan dan menjaga persatuan serta kesatuan NKRI agar lebih solid untuk kemajuan daerah kita kedepan.

Salam Persaudaraan
Bobby Jayanto

 

(BT)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *