2018, Reni: Pajak Air Tinggi karena TPAD dan Banggar Masukkan Piutang ATB

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 456 kali.


Delta Kepri – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri Reni Yusneli menyampaikan, target tersebut naik sebanyak Rp65,6 miliar bila dibandingkan pada 2017.

Karena kata Reni, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri Menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepri 2019 sekitar Rp1,103 triliun.

“Perhitungan (target) dilihat mulai realisasi tahun berjalan 2017 dan asumsi pendapatan sisa tahun berjalan,” ujarnya, Sabtu (2/2/2019).

Lanjut Reni, di Tahun 2018 khusus untuk penerimaan dari sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) pihaknya memasang target lebih rendah bila dibanding 2017, yakni sebesar Rp229 miliar. Angka tersebut turun sekitar – 0,10 persen atau Rp224.716.286.

“Memang (penerimaan BNN-KB) ada kecenderungan menurun dari tahun-tahun sebelumnya, dan metode perhitungannya menggunakan rumus. Tapi, berdasarkan realisasi akhir tahun 2017 ternyata targetnya over mungkin dikarenakan penjualan kendaraan tinggi karena banyak diskon akhir tahun,” paparnya.

Selain itu, pada 2018 target penerimaan pada sektor pajak air permukaan mengalami peningkatan yang cukup siginifikan bila dibandingkan 2017.

Pada 2017 pajak air permukaan ditargetkan sebesar Rp4,5 miliar, di 2018 ini ditargetkan sebesar Rp20 miliar atau secara persentase naik sebanyak 336,15 persen.

“Pajak air permukaan (memang) naik tinggi dikarenakan tim TAPD dan Banggar DPRD sepakat untuk memasukkan piutang ATB ke dalam target pajak air permukaan di tahun 2018,” pungkasnya. (Ari)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *