Ngeri! Diduga, KPU Kepri Terbitkan Stiker PASLON Tunggal

Artikel ini sudah dibaca sebanyak 907 kali.


Delta kepri – Semarak Pilkada serentak menjadi pesta demokrasi yang menggelegar bagi daerah yang sedang menyandingkan Pasangan Calon ( PASLON) masing-masing daerah. Begitu juga Pilkada Kepri yang berlangsung alot antara kandidat yang maju dalam pesta rakyat. Namun dalam demokrasi selalu saja ada tindakan-tindakan oknum yang tidak terpuji serta adanya kecurigaan warga terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) diProvinsi Kepri. Pasalnya, salah seorang warga yang bernama Sukaman Harianja, melihat adanya dugaan tindakan kurang terpuji dari stiker berlogo KPU, yang hanya menempelkan PASLON tunggal .

Menurutnya, Sungguh ironi dan ada kejanggalan bagi masyarakat Provinsi Kepri yang menjurus pada dugaan nepotisme pihak KPU terhadap PASLON nomor urut satu, bila memang benar stiker pasangan tunggal ini resmi diterbitkan oleh pihak KPU atau-pun memang telah diperbolehkannya terbit aturan seperti ini.

“Sungguh ironi dan adanya kejanggalan bagi masyarakat Kepri yang menjurus pada dugaan nepotisme pihak KPU, yang mana bila benar stiker pasangan tunggal secara resmi diterbitkan oleh pihak KPU,”.

Masih menurutnya, disini kita sebagai masyarakat dipaksa berfikir cerdas dalam memilih pemimpin yang bersih dalam berpolitk serta tidak bermain kotor untuk sebuah kemenangan. Sebab kemenangan yang jujur dan adil dalam berdemokrasi adalah kemenangan rakyat. Akan tetapi, dengan adanya stiker yang memakai logo KPU, dengan bertenggernya satu PASLON saja. KPU mestilah memberikan keterangan resmi terkait hal yang cukup merisaukan demokrasi yang berkeadilan diwilayah Provinsi Kepri ini.

“Disini kita sebagai masyarakat dipaksa berfikir cerdas dalam memilih pemimpin yang bersih dalam berpolitik serta tidak bermain kotor untuk sebuah kemenangan, sebab kemenangan yang jujur dan adil dalam berdemokrasi adalah kemenangan rakyat, akan tetapi, dengan adanya stiker yang memakai logo KPU, dengan bertenggernya satu PASLON saja, KPU mestilah memberikan keterangan resmi, terkait hal yang cukup merisaukan demokrasi yang berkeadilan diwilayah Provinsi Kepri,”, jelas Sukaman (10/10).

Tak cukup dengan komentar Sukaman Harianja sebagai warga Kepri. Redaksi berusaha menghubungi ketua KPU Provinsi kepri maupun pihak KPU yang berkompeten lainnya. Namun cukup disayangkan, lagi-lagi hal yang sudah cukup biasa, nomor handphone yang dituju seluruhnya tidak dalam keadaan aktif. Kemungkinan besar, adanya kesalahan nomor handphone ataupun direject dalam sistem handphone canggihnya ketua KPU Provinsi Kepri saat ini. red




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *